Kabar membanggakan datang dari Program Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny. Sebanyak 22 mahasiswa Program Magister (S2) berhasil lolos seleksi tahap I Program Beasiswa yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur.

Seleksi tahap I telah dilaksanakan pada 25 Juli 2026. Para peserta mengikuti serangkaian tes yang dirancang untuk mengukur kompetensi akademik, keagamaan, dan wawasan kebangsaan. Materi ujian meliputi kemampuan membaca kitab kuning Fathul Mu’in serta tes hafalan Al-Qur’an, Tes Potensi Akademik (TPA), dan tes wawasan kebangsaan.
Keberhasilan 22 mahasiswa Pascasarjana IAI Al Khoziny menembus seleksi awal menjadi bukti kualitas pembinaan akademik dan keilmuan yang terus dikembangkan kampus berbasis pesantren tersebut.
Selanjutnya, para peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti seleksi tahap II yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 9 Agustus 2026. Tahapan lanjutan ini menjadi penentu untuk memperoleh beasiswa dari LPPD Jawa Timur.
Wakil Rektor I IAI Al Khoziny, Dr. H. Ahmad Firdausi, M.Fil.I. menyambut baik program beasiswa yang diberikan LPPD Jawa Timur. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren dan perguruan tinggi keagamaan Islam.
“Program beasiswa ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi akademik, keilmuan keislaman, dan wawasan kebangsaan. Kami berharap seluruh peserta yang lolos tahap pertama dapat memberikan hasil terbaik pada seleksi berikutnya sehingga semakin banyak mahasiswa IAI Al Khoziny yang memperoleh kesempatan melanjutkan studi dengan dukungan beasiswa,” ujarnya.
IAI Al Khoziny berkomitmen terus mendorong mahasiswanya untuk berprestasi melalui berbagai program akademik dan pengembangan kompetensi. Keikutsertaan dalam program beasiswa LPPD Jawa Timur diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam dan pembangunan masyarakat.