223 Mahasiswa IAI Al Khoziny Siap Jalani KKN di 11 Desa Kecamatan Tanggulangin

Sebanyak 223 mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 11 desa yang berada di wilayah Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Program pengabdian kepada masyarakat tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Sebelum turun ke lokasi KKN, seluruh mahasiswa mengikuti kegiatan pembekalan dan pengarahan yang disampaikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, KH. R. Abdus Salam Mujib, serta Rektor IAI Al Khoziny, Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, M.H.I.

Dalam arahannya, Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny KH.R. Abdus Salam Mujib berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga akhlak, nama baik almamater, serta menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat selama menjalankan KKN. Mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi teladan dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan tempat mereka mengabdi.

Oplus_16908288

Sementara itu, Rektor IAI Al Khoziny Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, M.H.I. menjelaskan bahwa KKN merupakan wahana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan. Menurutnya, pengalaman terjun langsung di tengah masyarakat akan menjadi bekal penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial mahasiswa.

“Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan program-program yang bermanfaat sesuai dengan kebutuhan desa,” ujarnya.

Sebanyak 223 mahasiswa tersebut akan melaksanakan berbagai program kerja di 11 desa di Kecamatan Tanggulangin, mulai dari bidang pendidikan, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan sosial yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa.

Melalui program mata kuliah KKN ini, IAI Al Khoziny berharap seluruh mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara nyata di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat, mendorong partisipasi masyarakat, serta berkontribusi dalam mendukung kemajuan pembangunan desa secara berkelanjutan.

Scroll to Top