
Written by: Ali Zainal Abidin – Tim Redaksi LPM IPMA IAI Al-Khoziny
Sidoarjo (19/10/2026) – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) & Badan Pengawas Pemilihan Umum Mahasiswa (BAWASLU-M) IAI Al Khoziny Buduran Sidoarjo resmi mengajukan proposal pelaksanaan Pemilihan Umum Raya Mahasiswa 2026. Pengajuan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama wakil rektor II Bapak Dr. Sudirman M. Pd.I dan wakil rektor III Bapak Saidur Ridlo S.Ag. M.Pd.I pada senin malam (19/10/2026).
Melalui proposal ini, KPU-M & BAWASLU-M menawarkan konsep pesta demokrasi yang tertib, damai, dan transparan. Seluruh rangkaian pemilu akan diawali dengan sosialisasi regulasi pada Selasa 20 Oktober 2026 sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai mekanisme dan ketentuan pemilihan.
Setelah itu, KPU-M & BAWASLU-M akan membuka ruang demokrasi seluas-luasnya melalui pendaftaran calon Ketua dan Wakil Ketua BEM yang akan berlangsung cukup panjang, mulai 20 Oktober hingga 3 November 2026.
Memasuki awal November, proses akan berlanjut pada verifikasi berkas dan deklarasi damai sebagai komitmen bersama untuk menjaga kondusifitas pemilu. Kemudian, seluruh calon akan dipertemukan dengan mahasiswa melalui masa kampanye yang akan berlangsung selama hampir dua minggu, dilanjutkan dengan debat kandidat sebagai ajang adu gagasan, sebelum akhirnya memasuki masa tenang.
Puncaknya, Kongres Mahasiswa sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan akan digelar dalam dua tahap, pada Sabtu 21 dan Senin 23 November 2026 untuk menentukan nahkoda BEM periode selanjutnya.
Tidak berhenti di Kongres BEM, estafet demokrasi akan dilanjutkan pada Pemira HIMA di bulan Desember. Rangkaian akan diawali dengan audiensi bersama seluruh Kaprodi pada awal Desember, kemudian dilanjutkan secara maraton dengan konferensi HIMA mulai dari HIMA PAI, MPI, PIAUD, PGMI, KPI, HKI, hingga ditutup oleh HIMA IAT dan EKOS pada 11 Desember 2026.
Dengan konsep ini, KPU-M bersama BAWASLU-M berharap Pemilu Raya IAI Al Khoziny 2026 tidak hanya menjadi seremonial tahunan, melainkan menjadi jejak perjuangan mahasiswa dalam merawat nilai demokrasi kampus.
Ketua KPU-M & BAWASLU-M, Ulum Mustofa berharap pengajuan proposal tersebut dapat menjadi sarana koordinasi dengan pihak akademik terkait perkembangan pemilihan Ketua BEM dan Ketua HIMA. Selain itu, KPU-M mengharapkan dukungan dan kerja sama pihak kampus dalam menyukseskan pelaksanaan demokrasi mahasiswa, termasuk dukungan pembiayaan kegiatan.
Adapun tujuan kegiatan ini adalah mendorong regenerasi kepemimpinan organisasi mahasiswa di IAI Al-Khoziny serta menghidupkan kembali demokrasi kampus yang transparan. Menurutnya, kampus merupakan miniatur negara sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa untuk memahami dan menerapkan demokrasi yang baik dan sehat sebelum terjun ke masyarakat.