Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan peringatan 33 tahun Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny menggelar serangkaian kegiatan akademik dan kompetisi yang melibatkan pelajar, guru, dosen, serta mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung di lantai III Kampus IAI Al Khoziny, Selasa (16/6/2026), tersebut meliputi Islamic Students Competition tingkat SMA, SMK dan MA se-Jawa Timur, Workshop Kurikulum Berbasis Cinta bagi guru Pendidikan Agama Islam, serta Seminar Implementasi Deep Learning untuk dosen dan mahasiswa.
Acara dibuka dan dihadiri Ketua Yayasan Al Khoziny, KH.R. Muhammad Aly Mujib, Sekretaris Yayasan Al Khoziny, KH.R. M. Ubaidillah Mujib, didampingi KH.R. Abdul Jalil Mujib, Wakil Rektor I IAI Al Khoziny, Dr. H. Syaifuddin, serta Kaprodi PAI IAI Al Khoziny, Dr. H. Wahyu Parihin.
Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Prodi PAI IAI Al Khoziny untuk terus memperkuat kualitas pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi, inovasi, dan kolaborasi di kalangan pelajar, guru, dosen, maupun mahasiswa.
Wakil Rektor I IAI Al Khoziny, Dr. H. Syaifuddin, menyampaikan bahwa peringatan 1 Muharram dan milad ke-33 Program Studi PAI tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan panjang institusi, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen dalam mencetak generasi unggul yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan teknologi.
“Kami ingin menjadikan peringatan Tahun Baru Islam dan 33 tahun Prodi PAI sebagai momentum untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan. Melalui Islamic Students Competition, workshop kurikulum berbasis cinta, serta seminar implementasi Deep Learning, kami berupaya menyiapkan generasi pendidik dan peserta didik yang mampu menjawab tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter kebangsaan,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan dan pendekatan Deep Learning, harus disikapi secara positif oleh dunia pendidikan. Namun demikian, penerapannya tetap harus berlandaskan nilai-nilai etika, moral, dan spiritual yang menjadi ciri khas pendidikan Islam.
“IAI Al Khoziny berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Teknologi harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sementara pendekatan kurikulum berbasis cinta menjadi fondasi dalam membangun karakter peserta didik yang humanis, berakhlak mulia, dan berdaya saing global,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, IAI Al Khoziny berharap dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, guru, dosen, mahasiswa, dan pelajar dalam mewujudkan pendidikan Islam yang inovatif, inklusif, serta mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul dan berintegritas.
Pada kesempatan ini juga diberikan penghargaan dari Yayasan atas prestasi membanggakan yang ditorehkan oleh mahasiswa IAI Al Khoziny. Nurul Istiqomah, mahasiswi semester VIII, berhasil meraih Juara I Lomba Microteaching Lentera Parveen ke-11 Tingkat Nasional Tahun 2026. Sementara itu, dua mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Isqina Murfiani dan Abdul Mu’thi, sukses meraih Juara I dan Juara III pada Lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) se-Jawa Timur Tahun 2026.